Urban Story
Beranda » Karangan Bunga “Sindiran” di Wisuda STIE 66 Kendari Viral: Percuma Kuliah Tinggi Kalau Jadi Pelakor

Karangan Bunga “Sindiran” di Wisuda STIE 66 Kendari Viral: Percuma Kuliah Tinggi Kalau Jadi Pelakor

Karangan bunga sindirkan diacara wisuda Stie 66 Kendari.

THEREPUBLIKA.ID, KENDARI – Hari wisuda lazimnya dipenuhi senyum, pelukan, dan deretan karangan bunga berisi ucapan bangga. Namun, bagi seorang wisudawati STIE 66 Kendari, momen puncak menuntaskan pendidikan itu justru berubah menjadi ujian yang tak pernah ia duga.

Di Hotel Claro Kendari tempat prosesi wisuda digelar sebuah karangan bunga mendadak mencuri seluruh perhatian. Bukan karena ucapan selamat, melainkan karena pesan yang terbaca seperti sindiran tajam bernada personal. Di antara rangkaian bunga dengan pita merah muda itu, terselip kalimat yang ditafsirkan publik sebagai sindiran terhadap isu “pelakor” (perebut pasangan orang lain).

Lebih mengejutkan lagi, karangan tersebut turut menampilkan foto wisudawati berinisial TA (TA). Kehadirannya kontras: berdiri mencolok, bukan dirangkai sebagai bentuk apresiasi, tetapi layaknya sebuah pesan terbuka yang ingin “disampaikan ke banyak mata.”

Tak butuh waktu lama, suasana di lokasi berubah. Mahasiswa, tamu undangan, hingga staf hotel berhenti melangkah bukan untuk memberi selamat, tetapi mengangkat ponsel, merekam, memotret, lalu membagikannya. Dalam hitungan jam, konten itu meledak di TikTok dan Instagram, menyeret momen wisuda keluar dari ballroom dan masuk ke ruang publik digital.

Reaksi warganet pun terbelah. Sebagian menyayangkan tindakan yang dianggap mencederai perayaan akademik dengan urusan pribadi. Sebagian lain menilai peristiwa ini seperti drama spontan yang kerap menghiasi euforia wisuda. Namun, satu hal yang pasti: publik terpaku, bertanya-tanya, dan berkomentar.

Silaturahmi Kapolres–Kejari Bengkulu Utara Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Terpadu

Redaksi melakukan penelusuran, dan berkembang informasi yang menyebut TA dekat dengan seorang penambang, bahkan disebut-sebut sebagai istri siri. Meski begitu, hingga berita ini diturunkan, kabar tersebut masih sebatas isu yang belum terkonfirmasi.

Di sisi lain, identitas pengirim karangan bunga juga menjadi misteri. Tidak ada nama, tidak ada keterangan, hanya pesan yang menimbulkan tafsir luas. Sampai saat ini, belum ada klarifikasi resmi baik dari pihak TA maupun pihak pengirim.

Peristiwa ini meninggalkan ironi:

Wisuda yang seharusnya jadi penanda capaian intelektual, berubah menjadi perbincangan emosional. Bukan soal gelar yang diraih, bukan soal skripsi yang dituntaskan, tetapi soal pesan bunga yang membara dan menyalakan spekulasi.

Meski sarat pro-kontra, kejadian ini kini tercatat sebagai salah satu momen wisuda paling ramai dibicarakan di Kendari, menambah daftar fenomena viral yang lahir bukan dari panggung hiburan melainkan dari panggung kehidupan nyata.

Kapolda Bengkulu Pimpin Sertijab Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Ali Kautsar Siap Perkuat Pelayanan Publik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement