Nasional
Beranda » Bukan Sekadar Prosedur, Menteri P2MI: Negara Tak Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri!

Bukan Sekadar Prosedur, Menteri P2MI: Negara Tak Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri!

Menteri P2MI, Mukhtarudin.

THEREPUBLIKA.ID, JAKARTA – Di bawah langit subuh yang masih pekat, negara hadir dengan wajah paling tulusnya. Bukan sekadar seremoni penjemputan, melainkan sebuah pelukan hangat dari “Ibu Pertiwi” bagi anaknya yang pulang dalam peti kayu. Sabtu dini hari (10/1/2026), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melalui kepemimpinan Mukhtarudin membuktikan bahwa martabat anak bangsa adalah prioritas tertinggi yang melampaui segala kerumitan prosedur birokrasi.

Prosesi pemulangan jenazah Agus Ahmadi, pahlawan devisa asal Harjamukti, Cirebon, yang gugur akibat kecelakaan kerja tragis di pelabuhan Malaysia, menjadi panggung pembuktian komitmen Kementerian P2MI. Tim kementerian mengawal ketat kepulangan almarhum sejak mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat malam hingga tiba di rumah duka tepat pukul 04.30 WIB dengan pengawalan penuh.

Jaringan Aktivis Nusantara, Romadhon Jasn, menilai kehadiran langsung negara dalam peristiwa ini sebagai bentuk empati yang jarang diperlihatkan secara nyata. “Ini bukan sekadar pemulangan jenazah, tetapi pesan moral bahwa negara tidak meninggalkan warganya sendirian, bahkan hingga perjalanan terakhirnya. Kehadiran negara di saat paling gelap inilah yang membuat rakyat merasa dihargai sebagai manusia,” ujarnya.

“Pemulangan jenazah ini bukan sekadar urusan administratif. Ini adalah bentuk empati terdalam, penghormatan, dan tanggung jawab moral negara. Negara tidak boleh absen, apalagi berdiam diri, ketika rakyatnya menghadapi musibah terjauh di negeri orang,” tegas Menteri Mukhtarudin di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

Meskipun dalam prosesnya terungkap fakta memprihatinkan bahwa almarhum Agus Ahmadi berangkat secara non-prosedural, hal tersebut tidak menyurutkan langkah Menteri Mukhtarudin. Baginya, Agus Ahmadi bukan sekadar statistik atau angka dalam daftar migrasi ilegal, melainkan seorang pejuang keluarga yang keberangkatannya harus dilindungi dan kepulangannya wajib dihormati secara bermartabat.

Presiden Prabowo Kunjungi Inggris dan Swiss, Perkuat Diplomasi Global Indonesia

Romadhon Jasn menilai sikap ini sebagai contoh kepemimpinan yang mengedepankan nurani di atas ego birokrasi. “Ketika negara tetap hadir meski secara administratif ada kekurangan, di situlah nilai kemanusiaan diuji. Langkah Menteri Mukhtarudin menunjukkan bahwa perlindungan PMI bukan slogan, tetapi komitmen yang dijalankan sampai tuntas,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Kementerian P2MI memastikan perlindungan tetap diberikan tanpa batas, termasuk menjamin seluruh proses kepulangan jenazah hingga ke liang lahat sebagai wujud janji negara yang ditepati. Tragedi ini juga menjadi momentum bagi Menteri Mukhtarudin untuk mendobrak ego sektoral dengan mendorong sinkronisasi aturan bersama Kementerian Perhubungan, khususnya dalam memperketat pengawasan wilayah otoritas pelabuhan melalui sistem satu pintu (SIP3MI).

Dalam pernyataan emosionalnya, Menteri Mukhtarudin mengajak seluruh pihak menjadikan tragedi ini sebagai pengingat keras agar meninggalkan jalur penempatan ilegal yang mengancam nyawa. Ia menegaskan bahwa migrasi aman dan prosedural melalui jalur resmi bukan sekadar urusan izin, melainkan jaring pengaman sosial yang menjamin perlindungan penuh bagi setiap anak bangsa saat bekerja di luar negeri.

Menutup rangkaian peristiwa tersebut, ketua JAN mengajak publik untuk tidak sekadar berempati, tetapi juga mengawal konsistensi kebijakan perlindungan PMI ke depan. “Hari ini kita melihat wajah negara yang sesungguhnya. Pak Menteri telah membuktikan bahwa kemanusiaan berdiri jauh di atas segalanya. Tugas kita adalah memastikan ketulusan ini menjadi standar permanen, bukan pengecualian, demi menjaga nyawa dan kehormatan anak bangsa hingga perjalanan terakhirnya,” pungkas Romadhon.

Presiden Prabowo Lakukan Lawatan ke Inggris, Dorong Kerja Sama Strategis Multisektor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement