Urban Story
Beranda » Aksi Heroik Danramil Julok: Evakuasi Ribuan Santri dan Perjuangan Air Bersih di Aceh Timur

Aksi Heroik Danramil Julok: Evakuasi Ribuan Santri dan Perjuangan Air Bersih di Aceh Timur

Danramil Julok Membagikan air bersih

THEREPUBLIKA.ID, ACEH TIMUR — Di tengah kepungan banjir yang melumpuhkan Kecamatan Julok, Aceh Timur, pada Rabu (26/11/2025), sebuah aksi kemanusiaan dilakukan tanpa sorotan kamera dan publikasi. Komandan Koramil 07/Julok, Kapten Arh Syafari, bersama anggotanya menerjang banjir demi menyelamatkan ribuan santri Dayah Bustanul Huda di Desa Paya Pasi yang terjebak luapan air sungai.

Banjir yang datang secara tiba-tiba membuat kompleks pesantren yang dipimpin ulama kharismatik Abu Paya Pasi terisolasi total. Listrik padam dan jaringan komunikasi terputus, sementara ribuan santri terkurung di tengah kegelapan tanpa akses keluar. Dalam kondisi darurat tersebut, Kapten Syafari langsung memimpin evakuasi tanpa menunggu laporan lengkap atau instruksi berjenjang.

Dengan menggunakan perahu seadanya, personel Koramil 07/Julok menembus arus deras menuju lokasi pesantren. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh risiko. Sebagian santri berhasil dijemput orang tua mereka yang nekat menerobos banjir, sementara ratusan lainnya dievakuasi TNI ke lokasi aman. Bagi santri yang masih bertahan di lantai dua bangunan Dayah, Kapten Syafari memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi meski dalam kondisi logistik yang sangat terbatas.

“Saat itu kami tidak sempat berpikir soal dokumentasi. Lampu mati, sinyal tidak ada, dan yang terpenting adalah menyelamatkan nyawa manusia,” ungkap salah seorang personel TNI yang terlibat dalam evakuasi.

Aksi kemanusiaan tersebut tidak berhenti saat air surut. Pascabanjir, Kapten Syafari kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membantu penyediaan air bersih bagi warga dan Dayah Bustanul Huda. Mengetahui sumur warga tercemar lumpur, ia menginstruksikan anggotanya untuk mendatangkan air bersih, bahkan harus menempuh perjalanan hingga ke Kota Idi demi memastikan santri dan warga terhindar dari risiko penyakit.

Silaturahmi Kapolres–Kejari Bengkulu Utara Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Terpadu

Kehadiran Kapten Syafari meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Desa Paya Pasi. Warga menilai Danramil Julok tersebut bukan hanya sebagai aparat negara, melainkan sosok pelindung yang hadir di saat paling dibutuhkan.

“Terima kasih kepada TNI, khususnya Kapten Syafari. Beliau menjaga anak-anak kami seperti anaknya sendiri,” ujar salah seorang wali santri dengan mata berkaca-kaca.

Kini, pada Minggu (21/12/2025), kondisi Dayah Bustanul Huda berangsur pulih dan aktivitas pengajian telah kembali berjalan. Kapten Arh Syafari tetap memantau situasi di wilayahnya, memastikan bantuan dan kebutuhan santri terus terpenuhi.

Kisah dari Paya Pasi ini menjadi bukti bahwa pengabdian sejati tidak selalu hadir dalam kemasan besar dan publikasi luas. Di tengah lumpur dan arus banjir Aceh Timur, Kapten Arh Syafari dan jajarannya membuktikan bahwa semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat” benar-benar hidup dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kapolda Bengkulu Pimpin Sertijab Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Ali Kautsar Siap Perkuat Pelayanan Publik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement