THEREPUBLIKA.ID, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat beberapa obligasi dan sukuk baru pada Rabu, 7 Januari 2026. PT Eagle High Plantations mencatat obligasi berkelanjutan I Tahap III senilai Rp210 miliar dan sukuk mudharabah berkelanjutan I Tahap II senilai Rp290 miliar, masing-masing mendapat peringkat idA- dan idA- sy. Wali amanat untuk kedua emisi adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
Pada hari yang sama, PT Summarecon Agung Tbk mencatat obligasi berkelanjutan V Tahap I senilai Rp351,96 miliar dengan peringkat idA+ dan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sementara PT Energi Mega Persada Tbk mencatat obligasi berkelanjutan I Tahap I senilai Rp50 miliar dengan peringkat idA+ dan wali amanat yang sama. Total emisi obligasi dan sukuk sepanjang 2026 telah mencapai 4 emisi dari 3 emiten senilai Rp216,97 triliun.
Sepanjang 2025, BEI mencatat 178 emisi obligasi dan sukuk dari 79 emiten senilai Rp209,39 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat hingga kini berjumlah 665 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp545,04 triliun dan USD134,01 juta. SBN tercatat 191 seri senilai Rp6.423,84 triliun, sedangkan EBA tercatat 7 emisi senilai Rp2,13 triliun.
Selain itu, BEI juga mencatatkan saham perdana PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) pada 17 Desember 2025 di Papan Pengembangan, menghimpun dana sebesar Rp2,798 triliun. SUPA menjadi perusahaan tercatat ke-26 pada 2025 dan bergerak di sektor keuangan dengan subsektor perbankan.
Pencatatan obligasi, sukuk, dan saham ini menunjukkan minat pasar modal yang tetap tinggi serta diversifikasi instrumen investasi yang semakin luas di BEI.


Komentar