Mancanegara
Beranda » ICE Tembak Mati Seorang Ibu di Minneapolis, Video Peristiwa Jadi Sorotan Publik

ICE Tembak Mati Seorang Ibu di Minneapolis, Video Peristiwa Jadi Sorotan Publik

Renee Nicole Good, seorang ibu dari tiga anak, tewas ditembak oleh seorang petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE)

THEREPUBLIKA.ID, MINNEAPOLIS — Renee Nicole Good, seorang ibu dari tiga anak, tewas ditembak oleh seorang petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) saat terjadi operasi imigrasi di Minneapolis, Rabu (7/1/2026). Kejadian ini terekam dalam sebuah video yang dibagikan secara publik oleh pihak Gedung Putih dan media partisan Alpha News.

Dalam rekaman berdurasi 47 detik itu, Good terlihat tetap tenang saat berinteraksi dengan petugas. Ia terdengar mengatakan, “It’s fine” dan “I’m not mad at you,” beberapa detik sebelum petugas ICE, Jonathan E. Ross, melepaskan tembakan. Dalam video tersebut terdengar pula suara seseorang yang memaki setelah Good tertembak.

Pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri, Tricia McLaughlin, membenarkan keaslian video tersebut dan menyatakan bahwa Good “menghalangi penegakan hukum dan menggunakan kendaraannya sebagai senjata untuk membahayakan petugas federal,” sehingga Ross diklaim bertindak karena merasa nyawanya terancam.

Video menunjukkan Good berada di dalam Honda Pilot berwarna marun, berhenti di tengah jalan saat sirene berbunyi. Istrinya, Rebecca Good, terlihat merekam peristiwa tersebut dengan ponsel sambil berbicara kepada petugas. Dalam rekaman, mobil Good bergerak perlahan ke depan dan menyentuh petugas, sebelum tembakan dilepaskan. Seekor anjing yang berada di kursi belakang mobil dilaporkan tidak terluka.

Ross, anggota tim respons khusus ICE dengan pengalaman 10 tahun, sebelumnya pernah mengalami insiden serupa saat ditarik oleh kendaraan tersangka dalam operasi penegakan hukum pada Juni 2025.

Usai Pidato di WEF, Prabowo Sambangi Paviliun Indonesia dan Jajaki Peluang Investasi

Kasus ini memicu protes besar di Minneapolis, termasuk dari Wali Kota Jacob Frey, yang menegaskan bahwa ICE seharusnya meninggalkan kota tersebut, mengingat peristiwa George Floyd lima tahun lalu yang menimbulkan protes internasional. Beberapa anggota Kongres dari Partai Demokrat juga mempertimbangkan untuk menunda pendanaan bagi Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Rebecca Good menyatakan bahwa keluarga dan komunitasnya berfokus pada kasih sayang dan kebaikan, menekankan bahwa Renee adalah pribadi yang “penuh cinta, sukacita, dan cahaya.”

Peristiwa ini memicu perdebatan nasional tentang batasan penggunaan kekuatan oleh aparat penegak hukum, khususnya terkait menembak kendaraan yang bergerak. Beberapa badan penegak hukum di AS membatasi tindakan tersebut untuk mengurangi risiko korban atau kerusakan tambahan.

Alpha News dan beberapa tokoh politik, termasuk JD Vance, mendukung narasi bahwa tindakan Ross merupakan bentuk pembelaan diri, sementara pihak lain mengecamnya sebagai tindakan berlebihan yang menelan korban nyawa seorang warga sipil.

Dari Davos, Prabowo Tekankan Perdamaian sebagai Fondasi Ekonomi Dunia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement