THEREPUBLIKA.ID, JAKARTA — Indonesia resmi bergabung dengan New Development Bank (NDB) setelah menjadi anggota organisasi antarpemerintah BRICS. Komitmen keanggotaan ini ditandai dengan setoran awal Indonesia sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16,6 triliun (kurs Rp 16.663 per US$).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan setoran tersebut merupakan bentuk investasi Indonesia ke bank pembangunan multilateral yang didirikan negara-negara BRICS.
“Bergabungnya Indonesia juga ditindaklanjuti dengan bergabung kepada New Development Bank dan pemerintah sudah sepakat untuk memberikan dana US$ 1 miliar untuk investasi,” ujar Airlangga dalam Rapimnas Kadin di Jakarta, 1 Desember 2025.
Airlangga menambahkan, dengan menjadi anggota BRICS, Indonesia langsung berpartisipasi aktif dalam agenda dan persiapan NDB. Ia menilai kemitraan ini membuka peluang akses pasar baru yang besar bagi Indonesia.
Keputusan bergabungnya Indonesia dengan NDB sebelumnya diumumkan Presiden Prabowo Subianto saat menerima Presiden NDB, Dilma Vana Rousseff, di Istana Negara pada 25 Maret 2025. Setelah melalui evaluasi Kementerian Keuangan, pemerintah menyatakan siap memenuhi seluruh prosedur dan persyaratan keanggotaan.
“Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk bergabung dengan New Development Bank dan mengikuti prosedur serta persyaratan yang telah diberikan kepada kami,” kata Prabowo, dikutip dari pernyataan resmi Sekretariat Presiden.
Presiden NDB Dilma Rousseff menyambut positif langkah Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan negara penting di kawasan maupun dunia, serta memiliki visi yang sejalan dengan NDB dalam membangun infrastruktur dan mendukung pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.
Ia menyebut sektor investasi seperti logistik, jalan, rel kereta, pelabuhan, bandara, konektivitas digital, dan transisi energi menjadi fokus kerja sama yang potensial. Rousseff juga memuji kemajuan Indonesia dalam pengembangan biofuel.
“Indonesia adalah negara yang memimpin dalam biofuel seperti biodiesel dengan capaian 40 persen. Saya sangat terkesan,” ujarnya.
Dengan masuknya Indonesia, keanggotaan NDB diperkirakan semakin memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam kerja sama pembiayaan global, sekaligus membuka peluang pendanaan strategis bagi proyek-proyek nasional berskala besar.


Komentar