THEREPUBLIKA.ID, JAKARTA — Ketua Umum Inkowapi sekaligus CEO SAHARA, Ir. Sharmila Yahya, M.Si, hadir sebagai narasumber dalam Advance Training LK III HMI Badko Jabodetabeka Banten Periode 2024–2026 yang diselenggarakan di Hotel D’Arcici Sunter, Jakarta Utara. Kegiatan yang mengusung tema “Titik Temu Peradaban untuk Indonesia Raya” ini diikuti sekitar tiga puluh peserta dari berbagai cabang HMI se-Indonesia.
Dalam pemaparannya, Sharmila mendorong para kader HMI untuk berani memulai langkah sebagai pengusaha muda. Ia menegaskan bahwa peluang usaha dalam beberapa tahun terakhir terbuka sangat luas, sehingga generasi muda harus mampu menangkap momentum tersebut.
“Anak muda harus berani memulai. Fokus pada kebutuhan pasar dan ambil keputusan berbasis data,” ujarnya di hadapan peserta.
Sharmila juga memberikan panduan praktis untuk memulai bisnis, mulai dari validasi ide melalui uji pasar berskala kecil, pengelolaan arus kas harian agar bisnis tetap sehat, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi yang efektif dan terjangkau.
Menurutnya, entrepreneur muda memiliki posisi strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun karakter tangguh dengan menjunjung ketekunan dan integritas.
“Dua hal ini sangat menentukan keberlanjutan usaha,” tegasnya.
Pada sesi tanya jawab, peserta menyoroti berbagai tantangan yang kerap dialami pemula. Sharmila menjawab dengan membagikan pengalaman nyata dari perjalanan bisnis SAHARA yang bersentuhan dengan beragam sektor, mulai dari pangan hingga layanan digital.
Panitia mencatat bahwa materi yang disampaikan Sharmila memberikan wawasan teknis dan motivasi yang dibutuhkan kader HMI. Perspektifnya sebagai pemimpin koperasi nasional dan CEO dinilai memperkaya proses kaderisasi.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Para peserta mengapresiasi kehadiran dan kontribusi Sharmila, serta berharap dapat menerapkan wawasan yang diperoleh ketika kembali ke cabang masing-masing.


Komentar