Urban Story
Beranda » Solidaritas Mempercepat Pemulihan Dampak Banjir Aceh

Solidaritas Mempercepat Pemulihan Dampak Banjir Aceh

Tokoh Muda Aceh, Wanda Assyura.

THEREPUBLIKA.ID, BANDA ACEH– Penanganan dampak banjir besar di sejumlah wilayah Aceh menunjukkan kemajuan signifikan pada Senin (22/12/2025). Fokus utama kini bergeser dari tanggap darurat menuju pemulihan akses logistik serta rehabilitasi infrastruktur vital yang sempat lumpuh selama dua pekan terakhir.

Kecepatan respons pemerintah pusat dalam mengoordinasikan bantuan lintas sektoral mendapat perhatian positif dari berbagai elemen masyarakat sipil. Salah satunya disampaikan Ketua Pemuda Aceh-Jakarta, Wanda Assyura, yang memantau langsung proses distribusi bantuan di lapangan.

Menurut Wanda, kehadiran negara dalam masa krisis ini sangat terasa melalui percepatan bantuan yang menjangkau titik-titik terisolasi di Aceh Tamiang hingga Aceh Selatan. Langkah tersebut dinilai krusial untuk mencegah meluasnya kerawanan pangan di posko-posko pengungsian.

“Kami mengapresiasi komitmen pemerintah pusat, terutama dalam memastikan jalur logistik tetap terbuka meski banyak akses yang rusak,” ujar Wanda dalam keterangannya, Senin (22/12).

Ia menekankan bahwa instruksi langsung dari Jakarta berhasil memangkas hambatan birokrasi yang kerap muncul dalam penanganan bencana skala besar. Koordinasi yang padu antara BNPB, TNI, dan pemerintah daerah terbukti mempercepat evakuasi warga di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau.

Silaturahmi Kapolres–Kejari Bengkulu Utara Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Terpadu

Banjir yang melanda sejak akhir November ini dipicu oleh anomali cuaca yang menyebabkan curah hujan ekstrem di hulu sungai-sungai besar di Aceh. Akibatnya, debit Sungai Keureuto dan Sungai Peusangan meluap secara bersamaan dan merendam ribuan permukiman warga.

Hingga Senin ini, data mencatat lebih dari 30.000 warga sempat mengungsi ke titik-titik aman. Meski di beberapa lokasi air mulai surut, sisa lumpur dan material kayu masih menumpuk sehingga menyulitkan warga untuk segera kembali ke rumah masing-masing.

Situasi tersebut menuntut penanganan berkelanjutan, terutama dari sisi pelayanan kesehatan dasar. Pemerintah telah menyiagakan tim medis tambahan guna mengantisipasi penyakit pascabanjir yang mulai menyerang kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia di pengungsian.

Wanda Assyura mengingatkan bahwa di tengah upaya pemulihan yang masif, persatuan dan keterbukaan informasi menjadi kunci. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung langkah pemerintah, namun tetap bersikap kritis secara konstruktif demi kepentingan warga terdampak.

“Kritik tetap diperlukan untuk menjaga transparansi distribusi bantuan. Namun, jangan sampai narasi yang tidak berdasar justru memecah solidaritas nasional kita di tengah suasana duka ini,” tutur Wanda.

Kapolda Bengkulu Pimpin Sertijab Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Ali Kautsar Siap Perkuat Pelayanan Publik

Hingga pekan keempat Desember ini, dukungan konkret terus mengalir dari berbagai kementerian di Jakarta. Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan logistik dan santunan dengan nilai total Rp 9,2 miliar untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

Di sektor pendidikan dan keagamaan, Kementerian Agama juga mengalokasikan bantuan khusus untuk perbaikan sarana yang rusak. Setidaknya 45 bangunan sekolah dilaporkan terdampak serius dan membutuhkan penanganan cepat agar kegiatan belajar-mengajar tidak terhenti terlalu lama.

Kendati langkah darurat berjalan efektif, tantangan jangka panjang dalam mitigasi bencana tetap menjadi pekerjaan rumah besar. Penanganan banjir tidak bisa lagi bersifat reaktif semata, tetapi harus menyentuh akar persoalan di wilayah hulu.

Pemerintah didorong segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan kondisi hutan di kawasan penyangga. Langkah normalisasi sungai serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir perlu menjadi prioritas dalam rencana pembangunan daerah ke depan.

Apresiasi dari kalangan pemuda tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi para relawan yang masih berjibaku di lapangan. Kini, fokus kolektif tertuju pada transparansi tahap rehabilitasi dan rekonstruksi agar warga Aceh dapat segera bangkit dari masa sulit ini.

Pascabencana Aceh: KKP Terjunkan Ribuan Personel, Pertaruhkan Rp2,6 Triliun Sektor Perikanan demi Kedaulatan Pangan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement