Urban Story
Beranda » Visioner Indonesia Apresiasi Transparansi Dirut PLN Darmawan Prasodjo dalam Penanganan Krisis Kelistrikan Aceh

Visioner Indonesia Apresiasi Transparansi Dirut PLN Darmawan Prasodjo dalam Penanganan Krisis Kelistrikan Aceh

Konferensi pers Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo beserta jajarannya.Foto: detikcom

THEREPUBLIKA.ID, JAKARTA — Lembaga riset dan pemantau kebijakan publik Visioner Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, atas sikap transparan dan tanggung jawabnya dalam menangani pemulihan sistem kelistrikan Aceh pasca banjir besar yang melumpuhkan sejumlah wilayah.

Apresiasi ini disampaikan menyusul pernyataan terbuka Darmawan yang meminta maaf kepada masyarakat Aceh karena informasi sebelumnya mengenai capaian 93% pemulihan sistem kelistrikan belum sepenuhnya terealisasi akibat hambatan teknis di lapangan.

Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah menilai pernyataan tersebut menunjukkan komitmen manajemen PLN untuk bersikap jujur kepada publik, sekaligus menegaskan keseriusan perusahaan dalam mengatasi krisis kelistrikan di wilayah terdampak bencana.

“Langkah Dirut PLN yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf menunjukkan integritas dan kepemimpinan yang layak diapresiasi. Transparansi seperti ini penting untuk membangun kepercayaan publik, terutama pada saat penanganan bencana,” ujar Akril di Jakarta, Kamis, 11/12/2025.

Visioner Indonesia menilai apa yang dilakukan Darmawan mencerminkan standar baru dalam komunikasi publik di sektor pelayanan dasar. Alih-alih menutupi hambatan teknis, PLN menjelaskan secara rinci kondisi di lapangan, termasuk kerusakan jaringan, runtuhnya tower transmisi, hingga medan ekstrem yang menghambat proses perbaikan.

Silaturahmi Kapolres–Kejari Bengkulu Utara Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Terpadu

Dalam pemaparannya, Darmawan mengungkap bahwa enam tower transmisi di jalur Bireuen–Arun roboh akibat terbawa arus banjir. Situasi ini memutus aliran listrik dari Bireuen menuju Banda Aceh dan wilayah tengah, mengakibatkan pemadaman bergilir. PLN juga terpaksa menggunakan helikopter untuk mengangkut material tower seberat total 35 ton karena akses darat tertutup longsor.

Visioner Indonesia menilai respons darurat PLN, termasuk upaya menyalakan kembali empat ibu kota kabupaten Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Gayo Lues merupakan capaian yang patut diapresiasi mengingat skala kerusakan dan tantangan medan.

“PLN bekerja dalam kondisi yang sangat sulit. Fakta bahwa sebagian besar pusat kabupaten sudah kembali terang adalah hasil kerja keras tim di lapangan. Itu tidak mungkin terjadi tanpa komando yang jelas dari pimpinan,” lanjutnya

Meski begitu, Visioner Indonesia mendorong PLN agar terus mempercepat pemulihan jaringan tegangan rendah di kawasan-kawasan terpencil yang masih terisolasi. Publik juga diminta tetap memberikan ruang bagi PLN untuk menuntaskan proses perbaikan secara menyeluruh.

“Pemulihan pasca bencana tentu membutuhkan waktu. Yang terpenting adalah komitmen kerja, transparansi, dan keberanian pimpinan untuk bertanggung jawab. Dirut PLN telah memberikan contoh yang baik dalam momentum krisis ini,” tutupnya.

Kapolda Bengkulu Pimpin Sertijab Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Ali Kautsar Siap Perkuat Pelayanan Publik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement