Mancanegara
Beranda » Laknatullah! Potongan Kiswah Ka’bah Diduga Dikirim ke Jeffrey Epstein, Berakhir di Lingkaran Kejahatan Seks Global

Laknatullah! Potongan Kiswah Ka’bah Diduga Dikirim ke Jeffrey Epstein, Berakhir di Lingkaran Kejahatan Seks Global

Kiswah Ka’bah 2025

JAKARTA — Publik dunia dikejutkan oleh temuan mengejutkan dalam dokumen Epstein Files yang baru dirilis ke publik. Berkas tersebut mengungkap dugaan pengiriman potongan kain Kiswah Ka’bah artefak paling suci dalam Islam ke Amerika Serikat, dengan tujuan akhir kediaman Jeffrey Epstein, terpidana kejahatan seksual internasional.

Laporan ini pertama kali diungkap oleh media investigatif Middle East Eye, yang menyebut pengiriman berlangsung pada Februari hingga Maret 2017. Waktu tersebut tercatat jauh setelah Epstein menjalani hukuman penjara dan masuk dalam daftar pelaku kejahatan seksual terdaftar di Amerika Serikat.

Berdasarkan korespondensi email dalam dokumen tersebut, pengiriman kain Kiswah diatur oleh seorang pengusaha perempuan asal Uni Emirat Arab (UEA), Aziza Al-Ahmadi, bekerja sama dengan pria bernama Abdullah Al-Maari. Tercatat, tiga potong kain terkait Kiswah Ka’bah dikirim melalui jalur kargo udara British Airways dari Arab Saudi menuju Florida, Amerika Serikat.

Tiga potongan kain itu terdiri atas:

1. Bagian kain dari dalam Ka’bah,

El Mencho Tewas dalam Operasi Militer Meksiko, Gelombang Kekerasan Lumpuhkan Wilayah Barat

2. Potongan Kiswah luar yang pernah digunakan,

3. Kain berbahan serupa namun belum pernah dipasang, yang diklasifikasikan sebagai “karya seni” untuk mempermudah proses kepabeanan.

Dokumen pengiriman menunjukkan seluruh proses dilakukan secara resmi, lengkap dengan faktur, pengurusan bea cukai, hingga distribusi domestik. Kiriman tersebut dilaporkan tiba di kediaman Epstein pada Maret 2017.

Dalam salah satu email yang ditujukan langsung kepada Epstein, Al-Ahmadi menjelaskan nilai spiritual Kiswah dengan nada penuh penghormatan. Ia menyebut kain hitam tersebut telah disentuh oleh jutaan umat Muslim dari berbagai mazhab yang menitipkan doa, harapan, dan air mata mereka.

Namun demikian, korespondensi itu tidak menjelaskan hubungan personal antara Al-Ahmadi dan Epstein, maupun alasan artefak sakral tersebut dikirim ke seorang figur dengan rekam jejak kriminal serius.

Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran

Komunikasi antara Al-Ahmadi dan lingkungan Epstein diketahui berlanjut hingga September 2017. Ia sempat menanyakan kondisi Epstein pasca Badai Irma yang merusak pulau pribadi Epstein di Karibia. Balasan dari sekretaris Epstein, Lesley Groff, menyebut seluruh penghuni selamat meski sejumlah bangunan rusak parah. Al-Ahmadi bahkan membalas dengan nada akrab, menjanjikan pengiriman tenda baru.

Dokumen lain juga mengungkap bahwa Groff pernah mengirim alat uji DNA kepada Al-Ahmadi, meski tujuan dan konteks pengiriman tersebut tidak dijelaskan dalam berkas.

Sementara itu, dalam perkembangan terpisah, sebuah memo FBI yang dirilis pada Jumat malam (30/1/2026) menyebutkan dugaan bahwa Epstein memiliki keterkaitan dengan jaringan intelijen Amerika Serikat dan Israel. Memo tersebut juga mengklaim Epstein memiliki hubungan dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan diduga pernah mendapat pelatihan intelijen.

Pengungkapan ini memicu gelombang kemarahan dan keprihatinan global, khususnya di kalangan umat Islam. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana artefak keagamaan paling sakral dapat keluar dari jalur resmi dan berakhir di tangan pelaku kejahatan seksual yang terlibat dalam jaringan kriminal internasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Arab Saudi, pemerintah Uni Emirat Arab, maupun pihak keluarga Jeffrey Epstein terkait asal-usul dan legitimasi pengiriman potongan Kiswah Ka’bah tersebut.

Presiden Prabowo di Washington DC: Tegaskan Two-State Solution dan Kesiapan Indonesia Dukung Misi Perdamaian Gaza

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement