THEREPUBLIKA.ID, ACEH- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah menangani dampak bencana di tiga provinsi secara serius, menyeluruh, dan terukur meskipun tidak menetapkannya sebagai bencana nasional. Pemerintah menilai kemampuan negara masih memadai untuk menangani dampak bencana tanpa harus menetapkan status nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat bersama sejumlah menteri dan pejabat terkait usai meninjau pembangunan rumah hunian Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026).
“Kita sebagai bangsa mampu menghadapi situasi ini sehingga tidak perlu menetapkan bencana nasional. Namun hal itu tidak berarti pemerintah memandangnya sebagai persoalan ringan,” ujar Presiden.
Presiden menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran yang cukup besar serta mengerahkan seluruh unsur kabinet untuk bekerja langsung di lapangan. Penanganan dilakukan secara paralel di berbagai wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ia menyebutkan sejumlah menteri telah ditugaskan langsung ke daerah-daerah terdampak untuk memastikan percepatan penanganan dan pengambilan keputusan di lapangan.
“Banyak menteri berada di Aceh dan wilayah lain yang terdampak. Ini menunjukkan pemerintah bekerja secara simultan di berbagai titik,” katanya.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap partisipasi masyarakat, komunitas, maupun diaspora dalam membantu pemulihan pascabencana. Namun demikian, bantuan tersebut harus disalurkan melalui mekanisme resmi agar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Bantuan dari siapa pun kami terima, sepanjang mekanismenya jelas, transparan, dan dilakukan dengan niat yang ikhlas,” ujar Presiden.
Selain itu, Presiden meminta percepatan pemulihan layanan dasar, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Sekolah, puskesmas, dan rumah sakit diminta segera difungsikan kembali agar aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.
“Saya minta sekolah-sekolah, puskesmas, dan rumah sakit segera diperhatikan supaya bisa berfungsi secepat mungkin,” tegas Presiden.
Kunjungan kerja Presiden Prabowo pada hari pertama Tahun Baru 2026 tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap hadir dan bekerja bagi rakyat, memastikan proses penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan efektif serta menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.


Komentar