Mancanegara
Beranda » Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran

Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran

Presiden Amerika Donald Trump

THEREPUBLIKA.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih mempertimbangkan opsi serangan udara terhadap Iran di tengah kebuntuan negosiasi terkait program nuklir Teheran. Keputusan akhir disebut sangat bergantung pada penilaian dua utusan khususnya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, mengenai apakah Iran benar-benar bersedia mencapai kesepakatan atau sekadar mengulur waktu.

Pemerintahan Trump saat ini menunggu proposal terbaru dari Iran sebelum putaran negosiasi yang disebut sebagai kesempatan terakhir, yang dijadwalkan berlangsung Kamis di Jenewa. Witkoff dan Kushner akan memimpin pembicaraan tersebut, dan hasil evaluasi mereka akan menjadi faktor kunci dalam menentukan langkah Trump selanjutnya.

Seorang pejabat AS menyebut Witkoff terlibat dalam seluruh rapat strategis terkait Iran dan menjadi bagian inti tim penasihat presiden. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump telah menerima sejumlah paparan opsi militer, termasuk dalam pertemuan di Situation Room Gedung Putih.

Sejumlah pejabat tinggi turut memberi masukan, di antaranya Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Direktur CIA John Ratcliffe, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles, serta Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard.

Vance disebut telah memaparkan dua sisi argumentasi terkait opsi serangan udara. Namun ia juga menekankan risiko yang mungkin timbul, terutama terkait kemampuan pertahanan rudal AS yang dinilai menipis. Dalam serangan sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu, militer AS menembakkan 30 rudal Patriot untuk menangkis serangan balasan penggunaan terbesar dalam sejarah sistem tersebut.

Membaca Ulang Kritik Publik di Tahun Pertama Prabowo

Kekhawatiran meningkat karena Iran melalui pemimpin tertingginya, Ali Khamenei, telah memperingatkan akan melakukan pembalasan keras jika diserang. Bahkan, Teheran mengklaim memiliki kemampuan untuk menenggelamkan kapal perang AS di kawasan.

Di sisi lain, terdapat perdebatan internal di pemerintahan mengenai efektivitas serangan udara dalam memaksa Iran menyerah atau bahkan menggoyahkan rezim. Beberapa pejabat mengeksplorasi opsi kompromi, termasuk kemungkinan mengizinkan Iran mempertahankan pengayaan nuklir terbatas untuk tujuan medis dan energi sipil.

Sementara itu, Rubio dijadwalkan bertolak ke Israel pada 28 Februari untuk memberikan pembaruan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengenai hasil negosiasi.

Ketegangan juga terlihat dari pernyataan publik kedua pihak. Witkoff menegaskan bahwa arahan Trump jelas: Iran harus menghentikan seluruh aktivitas pengayaan nuklir. Namun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan Teheran tidak siap melepaskan hak pengayaan tersebut.

Di tengah ketidakpastian diplomatik, AS telah mengerahkan kekuatan militernya dalam jumlah besar ke Timur Tengah terbesar sejak invasi Irak 2003. Kapal induk tercanggih Angkatan Laut AS, USS Gerald Ford, diperkirakan segera tiba di kawasan, bergabung dengan puluhan jet tempur F-35 dan F-22 serta pesawat pengebom dan pengisian bahan bakar udara yang telah lebih dulu dikerahkan.

El Mencho Tewas dalam Operasi Militer Meksiko, Gelombang Kekerasan Lumpuhkan Wilayah Barat

Langkah ini memberi Trump opsi untuk melancarkan kampanye udara berkepanjangan terhadap Iran, bukan sekadar serangan terbatas seperti operasi musim panas lalu yang menyasar fasilitas pengayaan di Fordow, Isfahan, dan Natanz.

Dengan negosiasi yang memasuki fase krusial, keputusan Trump dalam beberapa hari ke depan berpotensi menentukan arah stabilitas kawasan Timur Tengah apakah menuju kesepakatan diplomatik atau konfrontasi militer terbuka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement