THEREPUBLIKA.ID, NORWEGIA – Kejutan besar terjadi dalam lanjutan Liga Champions UEFA. Klub asal Norwegia, Bodo/Glimt, sukses menundukkan raksasa Italia, Inter Milan, dengan skor meyakinkan 3-1. Meski kalah dalam penguasaan bola, efektivitas serangan tuan rumah menjadi kunci kemenangan gemilang ini.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Tuan rumah Bodo/Glimt berhasil mengejutkan tim tamu lebih dulu melalui gol Sondre Fet pada menit ke-20. Namun, Inter Milan merespons cepat. Sepuluh menit berselang, tepatnya di menit ke-30, Francesco Pio Esposito berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 yang bertahan hingga turun minum.
Babak kedua menjadi mimpi buruk bagi Nerazzurri. Bodo/Glimt tampil sangat klinis dengan mencetak dua gol cepat dalam rentang waktu tiga menit. Jens Petter Hauge membawa Bodo kembali unggul di menit ke-61, disusul oleh gol Kasper Hogh pada menit ke-64 yang mengunci kemenangan tuan rumah.
Berdasarkan data statistik pertandingan, Inter Milan sejatinya menguasai jalannya laga. Pasukan Simone Inzaghi mencatatkan 58% penguasaan bola berbanding 42% milik Bodo/Glimt.
Inter juga jauh lebih agresif dalam menciptakan peluang dengan total 15 tembakan (13 di antaranya dari dalam kotak penalti), sementara Bodo/Glimt hanya melepaskan 8 tembakan sepanjang laga.
Namun, efisiensi menjadi pembeda utama malam ini:
• Bodo/Glimt: Dari 8 tembakan, 6 mengarah tepat ke gawang (on target), dan 3 menjadi gol.
• Inter Milan: Dari 15 tembakan, hanya 4 yang mengarah ke gawang, dengan 7 tembakan melenceng jauh dari sasaran.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Inter Milan, sementara bagi Bodo/Glimt, kemenangan ini menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing dengan tim elit Eropa di kandang sendiri.


Komentar