Ekonomi Pop
Beranda » Harga Emas di Langit-Langit, Saham Antam di Lantai: Bisakah Direksi Baru Menutup Jurang?

Harga Emas di Langit-Langit, Saham Antam di Lantai: Bisakah Direksi Baru Menutup Jurang?

THEREPUBLIKA.ID, JAKARTA- Fenomena kontradiktif membayangi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Di satu sisi, harga emas fisik produk Logam Mulia Antam terus melesat ke level tertinggi sepanjang masa, menyentuh Rp2,8 juta per gram pada akhir Mei 2026 di tengah ketidakpastian geopolitik global. Namun di sisi lain, harga saham perseroan justru terperosok dalam tren bearish, bahkan sempat ambles hingga 17% secara mingguan akibat dikeluarkan dari indeks MSCI Global Small Cap.

Kondisi anomali ini terutama dipicu oleh sentimen teknis global, yaitu keputusan MSCI Inc yang secara resmi mendepak saham ANTM dari indeks MSCI Global Small Cap pada rebalancing Mei 2026. Keputusan ini memicu aksi jual masif oleh investor asing dan menimbulkan capital outflow sementara, meskipun kinerja fundamental perusahaan, khususnya dari sisi komoditas emas dan nikel tetap solid dan tidak mencerminkan adanya salah urus.

Menanggapi dinamika tersebut, Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, memberikan pandangan strategis. “Keluarnya ANTM dari indeks MSCI jangan dilihat sebagai kemunduran, melainkan restrukturisasi persepsi pasar. Antam memiliki peluang besar untuk membuktikan bahwa kekuatan fundamentalnya jauh lebih bernilai dibanding sekadar label indeks global,” ujar Romadhon Jasn saat dihubungi awak media Indonesia, Jumat (12/6/2026). Ia juga mendorong manajemen baru untuk lebih proaktif dalam membangun kepercayaan investor domestik.

Ujian nyata bagi manajemen pun segera bergulir. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (10/6/2026), para pemegang saham menyetujui perubahan jajaran direksi dan komisaris.

Perombakan terjadi pada posisi Direktur Keuangan, di mana Arini Kasmira resmi ditunjuk menggantikan Arianto Sabtonugroho Rudjito. Aryanto Wibowo juga diangkat sebagai komisaris baru. Adapun posisi Direktur Utama tetap dipegang oleh Untung Budiharto.

Hoaks BBM Naik Gagal Total? Pertamina Pastikan Harga Tetap Stabil

Tim Riset Kiwoom Sekuritas menilai perombakan ini sebagai langkah strategis. “Pergantian di kursi direktur keuangan adalah isyarat bahwa pemegang saham menginginkan pendekatan baru dalam mengelola arus kas dan hubungan investor,” tulis Kiwoom dalam risetnya. Kiwoom mempertahankan target harga Rp3.580, selaras dengan proyeksi Bahana Sekuritas di Rp3.250 dan BCA Sekuritas di Rp3.050.

Selain perombakan manajemen, RUPST menyepakati pembagian dividen atraktif. Perseroan akan membagikan Rp5,04 triliun atau Rp210 per saham, dengan rasio pembayaran 70% dari laba bersih tahun buku 2025 yang tercatat Rp7,92 triliun – tumbuh 106%.

Dengan harga penutupan saham di Rp2.750, dividend yield mencapai 7,63%. Di sisi kebijakan nasional, pemangkasan RKAB nikel 2026 tidak berdampak signifikan terhadap target produksi Antam yang tetap solid di 16 juta wmt..

Ke depan, pasar akan mencermati dua ujian nyata bagi manajemen baru: stabilisasi harga saham dan realisasi proyek hilirisasi Rp100 triliun yang ditargetkan bergulir hingga 2028. Dengan target harga analis di atas level saat ini, ruang apresiasi masih terbuka. Namun Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, memilih optimistis. “Begitu pasar menyadari kinerja riil perusahaan sehat, investor akan kembali. Ini hanya masalah waktu sebelum harga sahamnya menyusul kilau emas fisiknya,” pungkas Romadhon.

Pemerintah Tahan Harga BBM di Tengah Gejolak Global, Daya Beli Rakyat Dijaga

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement