Politik dan Atensi Publik
Beranda » Visioner Indonesia Tegaskan Plt Rektor UHO Sah Ikut Pilrek, Tak Ada Kewajiban Mengundurkan Diri

Visioner Indonesia Tegaskan Plt Rektor UHO Sah Ikut Pilrek, Tak Ada Kewajiban Mengundurkan Diri

Plt Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M.,

THEREPUBLIKA.ID, KENDARI – Organisasi Visioner Indonesia menegaskan bahwa keikutsertaan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Herman, S.H., LL.M., dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO periode 2026–2030 tidak bertentangan dengan ketentuan hukum maupun regulasi yang berlaku.

Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, menyatakan bahwa hingga saat ini tidak terdapat aturan yang secara tegas melarang seorang Plt Rektor untuk mencalonkan diri sebagai rektor definitif. Menurutnya, syarat pencalonan rektor lebih menitikberatkan pada aspek kompetensi, integritas, pengalaman manajerial, serta kualifikasi akademik.

“Jabatan Plt merupakan penugasan administratif untuk memastikan roda organisasi dan tata kelola perguruan tinggi tetap berjalan. Selama yang bersangkutan memenuhi seluruh persyaratan dan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan, tidak ada kewajiban hukum yang mengharuskannya mengundurkan diri,” ujar Akril, Sabtu (6/6/2026).

Ia menilai tuntutan agar Plt Rektor mundur sebelum mengikuti Pilrek tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Dalam prinsip negara hukum, setiap tindakan dan keputusan harus didasarkan pada aturan yang jelas, bukan sekadar asumsi atau kekhawatiran yang belum memiliki landasan normatif.

Lebih lanjut, Visioner Indonesia menegaskan bahwa proses pemilihan rektor telah memiliki mekanisme pengawasan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari panitia pemilihan, Senat Universitas, hingga Kementerian Pendidikan Tinggi, sehingga tahapan Pilrek dapat berjalan secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Halal Bihalal Rasa Makar: Publik Tertawakan Ambisi Saiful Mujani dkk Jatuhkan Presiden

Terkait isu konflik kepentingan, organisasi tersebut berpandangan bahwa hal itu harus dibuktikan melalui tindakan nyata berupa penyalahgunaan kewenangan, bukan semata-mata berdasarkan status jabatan yang sedang diemban.

“Yang terpenting adalah memastikan seluruh tahapan Pilrek berjalan secara terbuka, transparan, dan sesuai aturan. Fokus publik seharusnya tertuju pada kualitas gagasan, rekam jejak, serta kapasitas kepemimpinan para kandidat dalam memajukan UHO,” lanjut Akril.

Sementara itu, Plt Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., menegaskan bahwa dirinya saat ini sedang menjalankan ibadah haji dan tidak berada di Indonesia selama tahapan awal Pilrek berlangsung.

“Saya sedang cuti untuk melaksanakan ibadah haji sejak 12 Mei hingga 24 Juni. Sejak proses pendaftaran dan tahapan awal berlangsung, saya tidak berada di Indonesia. Jangankan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan UHO, untuk kepentingan pribadi saya sebagai calon saja tidak ada aktivitas apa pun. Jadi di mana letak konflik kepentingannya?” kata Herman.

Menurutnya, keputusan untuk ikut dalam kontestasi Pilrek justru merupakan bagian dari upaya menjaga netralitas selama proses berlangsung.

Langkah Ksatria Kabais TNI: Menjaga Marwah Institusi di Tengah Harapan Terangnya Keadilan

“Salah satu alasan saya maju sebagai calon adalah untuk menjaga posisi netral. Jika sejak awal saya menyatakan tidak mencalonkan diri, hampir seluruh bakal calon tentu akan berharap mendapatkan dukungan saya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena itu saya memilih mengikuti proses yang ada dan menyerahkan seluruh penilaian kepada mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Herman menambahkan bahwa saat ini fokus utamanya adalah menunaikan ibadah haji dan tidak ingin terlibat dalam polemik yang berkembang di tengah proses Pilrek.

Visioner Indonesia pun mengajak seluruh sivitas akademika UHO untuk menjaga suasana yang kondusif, menghormati proses demokrasi akademik, serta mengedepankan gagasan dan kapasitas kepemimpinan dalam menentukan pemimpin terbaik bagi UHO periode 2026–2030.

“Pilrek harus menjadi ruang adu gagasan dan visi untuk kemajuan kampus. Siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa UHO menjadi perguruan tinggi yang semakin maju, kompetitif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Akril.

Meniti Jembatan Damai di Teluk Hormuz: Momentum Strategis Diplomasi Indonesia di Tengah Konflik Global

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement