Kilas
Beranda » Pemuda Sulawesi Minta Tambahan Anggaran Kemhan Dikaji Cermat di Tengah Tekanan Ekonomi

Pemuda Sulawesi Minta Tambahan Anggaran Kemhan Dikaji Cermat di Tengah Tekanan Ekonomi

THEREPUBLIKA.ID, KENDARI – Pemuda Sulawesi, Laode Iswar Anugrah, menyoroti usulan tambahan anggaran yang diajukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk Tahun Anggaran 2027. Menurutnya, rencana penambahan anggaran dalam jumlah besar perlu dikaji secara cermat mengingat pemerintah saat ini tengah mendorong efisiensi belanja negara dan masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Diketahui, Kementerian Pertahanan mengusulkan kebutuhan anggaran sebesar Rp667 triliun pada tahun 2027, sementara pagu indikatif yang dialokasikan pemerintah berada di kisaran Rp139 triliun. Selain itu, Kemhan juga mengajukan tambahan anggaran sekitar Rp195 triliun kepada DPR.

Laode Iswar menilai bahwa setiap kebijakan anggaran harus mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang hingga kini belum sepenuhnya pulih. Ia menyoroti daya beli masyarakat yang masih menjadi perhatian, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, serta tuntutan efisiensi anggaran yang diberlakukan di berbagai sektor.

“Dalam situasi seperti saat ini, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sektor pertahanan tetap memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Namun, menurutnya, prinsip transparansi, akuntabilitas, dan skala prioritas harus menjadi dasar dalam setiap pengajuan anggaran yang bersumber dari keuangan negara.

LHK Ingatkan Kepala BGN Baru Hormati Juknis MBG, Jangan Hentikan Insentif Mitra SPPG

Laode Iswar mengatakan publik berhak memperoleh penjelasan yang rinci mengenai urgensi tambahan anggaran tersebut, termasuk program-program strategis yang akan didanai.

“Masyarakat perlu mengetahui secara jelas kebutuhan apa saja yang menjadi prioritas sehingga anggaran yang besar tersebut benar-benar digunakan untuk memperkuat pertahanan negara dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap pemerintah bersama DPR dapat menyeimbangkan kebutuhan penguatan sektor pertahanan dengan kebutuhan sektor lain yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi daerah.

“Negara memang membutuhkan pertahanan yang kuat, tetapi rakyat juga membutuhkan kepastian ekonomi. Karena itu, keseimbangan antara keamanan nasional dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas dalam penyusunan anggaran negara,” tutupnya.

Demo BBM Bisa Meluas, Pertamina Bukan Musuh, Pemerintah yang Harus Bicara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement