Politik dan Atensi Publik
Beranda » Pembekalan Ideologis dan Ekonomi Warnai Diklat Pratama GMPK di Bogor

Pembekalan Ideologis dan Ekonomi Warnai Diklat Pratama GMPK di Bogor

THEREPUBLIKA.ID, BOGOR – Ratusan kader Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) dari berbagai daerah mengikuti hari pertama Diklat Pratama Se-Indonesia Angkatan I di Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/6/2026). Kegiatan yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMPK ini dirancang untuk memperkuat pemahaman ideologis serta menyamakan visi kepemimpinan nasional di kalangan generasi muda.

Ketua Dewan Pembina GMPK sekaligus Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, hadir sebagai pembicara utama. Dalam sesi yang berlangsung hangat itu, ia mengajak para peserta untuk tidak sekadar menjadi penonton perubahan. “Kita harus menjadi aktor yang ikut merumuskan arah kebangsaan,” ujarnya di hadapan peserta yang berasal dari Aceh hingga Papua.

Menurut Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, penyelenggaraan diklat ini merupakan langkah maju dalam mendidik kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat. “Kegiatan seperti ini penting untuk membangun ruang dialektika yang sehat. Kader yang paham kebijakan negara adalah kader yang mampu memberikan solusi, bukan sekadar menyuarakan kegelisahan,” kata Romadhon dalam keterangan ke awak media, Rabu (1/7/2026) di Jakarta.

Sudaryono memulai paparannya dengan berbagi pengalaman pribadi sebagai anak petani yang berhasil meraih beasiswa teknik mesin dan menyelesaikan program doktoral di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan predikat sempurna. Ia menekankan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk berkontribusi bagi bangsa.

Dalam sesi ekonomi, ia membedah isu kesenjangan dan kebocoran negara akibat praktik under invoicing di sektor batu bara dan sawit. Meskipun persoalannya pelik, Sudaryono optimistis dengan langkah reformasi tata kelola devisa hasil ekspor (DHE) dan pembentukan Danantara, potensi pendapatan negara bisa meningkat drastis. Romadhon Jasn menambahkan, “Optimisme itu harus dijaga. Jika kebocoran ditambal, maka ruang fiskal pemerintah akan lebih lebar untuk membiayai program-program kerakyatan.”

Deddy Sitorus Sebut Bahlil “Bolu Ketan”, Aktivis: Itu Hinaan Politisi Frustrasi!

Pemerintah, lanjut Sudaryono, juga melakukan efisiensi anggaran secara terukur. Dana yang berhasil diselamatkan dari program-program yang tidak tepat sasaran dialihkan untuk program prioritas seperti perbaikan sekolah, infrastruktur jalan desa, dan program makanan bergizi gratis.

“Kalau di rumah ada tikus, tangkap tikusnya, jangan bakar rumahnya,” ujar Sudaryono mengibaratkan pentingnya memberantas korupsi tanpa menghentikan program yang bermanfaat bagi rakyat. Penegakan hukum, menurutnya, kini lebih diarahkan pada pemulihan aset negara daripada sekadar hukuman badan.

Romadhon Jasn menilai pendekatan yang disampaikan Wamentan itu menunjukkan adanya keberpihakan pada kepentingan publik. “Ini adalah cara berpikir yang konstruktif. Bukan sekadar mengejar target, tetapi memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat bawah,” ucapnya.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Para peserta melontarkan pertanyaan kritis seputar harga BBM nonsubsidi, cukai rokok, hingga dampak kebijakan ekonomi terhadap masyarakat kecil. Sudaryono merespons dengan tenang, menekankan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah dan harus dikelola secara dewasa dalam demokrasi.

Sebelum menutup pengarahan, ia berpesan kepada para kader agar menjadikan tantangan sebagai laboratorium kepemimpinan. Tekanan di lapangan, katanya, adalah guru terbaik untuk mengasah mental dan ketajaman berpikir seorang calon pemimpin bangsa. Suasana di ruangan terasa khidmat dan penuh semangat.

RKIH Muda: Wapres Gibran Difitnah, Ketua BEM UBK Klaim Dana Berasal dari Pihak Lain

Acara pengarahan hari pertama ditutup dengan laporan resmi Komandan Upacara dan dinyanyikannya Hymne GMPK bersama-sama. Di sela-sela akhir kegiatan, Romadhon Jasn menyampaikan pesan optimismenya. “Dengan kader-kader yang tangguh dan berpikiran maju, saya yakin GMPK akan terus menjadi organisasi yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia. Mari kita rawat semangat kebersamaan ini,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement