THEREPUBLIKA.ID, JAKARTA, – Koalisi Nusantara Muda menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja Kapolda Jawa Timur dalam penanganan peredaran rokok ilegal di wilayah Jawa Timur. Organisasi pemuda itu menilai upaya pemberantasan yang dilakukan belum menunjukkan hasil yang memuaskan, sehingga mendesak Kapolri untuk mengevaluasi kepemimpinan Irjen Pol Nanang Avianto.
Desakan ini muncul di tengah maraknya pengungkapan rokok ilegal oleh Bea Cukai Jawa Timur II. Sepanjang semester I tahun 2026, Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur II telah mengamankan 71,1 juta batang rokok ilegal, meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 54,4 juta batang .
Koordinator Pusat Koalisi Nusantara Muda, Ferdi Ansyah, mengatakan peredaran rokok ilegal masih menjadi persoalan yang perlu ditangani secara lebih efektif. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan bagi organisasinya untuk meminta evaluasi terhadap kepemimpinan Kapolda Jawa Timur.
“Kami menilai penanganan peredaran rokok ilegal di Jawa Timur belum memberikan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, kami mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Jawa Timur. Jika hasil evaluasi menunjukkan perlunya pergantian pimpinan, kami meminta agar dilakukan langkah tersebut demi meningkatkan efektivitas penegakan hukum,” kata Ferdi Ansyah dalam keterangannya.
Data Bea Cukai menunjukkan potensi kerugian negara akibat rokok ilegal di Jawa Timur mencapai Rp59,9 miliar dari nilai barang yang disita sebesar Rp106,9 miliar . Penindakan dilakukan melalui 546 surat bukti penindakan yang mencakup enam kota dan 18 kabupaten di Jawa Timur .
Selain rokok ilegal, Bea Cukai Jatim II juga mengamankan 2.517,5 kilogram tembakau iris ilegal, 7.122 liter minuman mengandung etil alkohol ilegal, serta 53 gram narkotika . Bahkan, di Pamekasan, sebanyak 23,6 juta batang rokok ilegal dimusnahkan dengan potensi kerugian negara mencapai Rp19,7 miliar .
Ferdi menilai pemberantasan rokok ilegal memerlukan langkah yang lebih tegas, terukur, dan berkelanjutan. Ia berharap aparat penegak hukum dapat memperkuat pengawasan serta menindak pelaku yang terlibat dalam produksi maupun distribusi rokok ilegal sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto sendiri dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan penegakan hukum. Pada November 2025, ia menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga kondusivitas wilayah . Sebelumnya, pada Agustus 2025, ia juga turun langsung menemui massa aksi mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Mapolda Jatim .
Meskipun pengungkapan rokok ilegal menunjukkan tren peningkatan, Koalisi Nusantara Muda menilai penanganan belum maksimal karena peredaran masih terus terjadi. Mereka menyatakan akan terus mengawal isu pemberantasan rokok ilegal dan mendorong peningkatan koordinasi antara aparat penegak hukum dengan instansi terkait agar penanganan persoalan tersebut berjalan lebih efektif.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari Polda Jawa Timur mengenai pernyataan dan tuntutan yang disampaikan Koalisi Nusantara Muda.


Komentar